ABSTRAK
Syaripuddin, 2018 “Pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan Penanaman Merica, Tanaman Gamal, dan Peternakan Kambing dalam Menciptakan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai cara pelestarian lingkungan, memanfaatankan tanaman gamal terhadap kelangsungan hidup tumbuhan merica dan hewan ternak kambing, serta mengetahui manfaatan limbah ternak kambing (kotoran kambing)
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lahan perkebunan dan hewan ternak kambing milik masyarakat Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara. Penarikan sampel dilakukan dengan mengambil 50 are lahan perkebunan dan 4 ekor kambing milik Basri dari populasi.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik percobaan. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan pengamatan.
Dari hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa tanaman merica (lada) dapat tumbuh dengan baik dan dapat mermbat pada tanaman gamal, serta tanaman gamal dapat pula tumbuh dengan baik walaupun dijadikan sebagai media merambatnya tanaman merica. Hewan ternak kambing sangat menyukai pakan yang diberikan dari daun gamal, sehingga pertumbuhan hewan kambing tersebut menjadi jauh lebih baik dengan pemberian pakan yang teratur dari lahan perkebunan tersebut. Kotoran kambing yang telah kering yang di buat menjadi pupuk kandak cocok digunakan sebagai pupuk dari tanaman merica dan tanaman gamal sehingga kedua tanaman tersebut menjadi subur
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunia-Nya kepada saya sehingga bisa menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul “Pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan Penanaman Merica, Tanaman Gamal, dan Peternakan Kambing dalam Menciptakan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat”
Dengan perasaan rendah hati, saya menyadari dan mengakui bahwasannya pengetahuan yang saya miliki untuk membuat Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari cukup. Namun saya memberanikan diri untuk menyusunnya walaupun sangat sederhana.
Sebagaimana peribahasa mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak. Maka, kami pun menyadari karya tulis ini sangat jauh dari yang dinamakan sempurna. Oleh karena itu, dalam penulisan makalah ini banyak sekali kekurangan-kekurangan baik secara tekhnik penulisan maupun isi. Namun, berkat bantuan dari Tuhan, bantuan dari pihak lain dan pembimbing, saya dapat menyelesaikan pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.
DAFTAR ISI
Halaman Judul.......................................................................................................1
PERSETUJUAN PEMBIMBINGAN...................................................................2
Abstrak...................................................................................................................3
Kata Pengantar.......................................................................................................4
Daftar Isi................................................................................................................5
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................6
a. Latar Belakang..........................................................................................6
b. Rumusan Masalah.....................................................................................6
c. Tujuan Penelitian......................................................................................6
d. Manfaat Penelitian....................................................................................7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR .............................8
a. Tinjauan Pustaka ......................................................................................8
b. Kerangka Pikir.........................................................................................11
BAB III METODELOGI PENELITIAN............................... .............................12
a. Populasi dan Sampel.................................................................................12
b. Metode Pengumpulan Data ......................................................................12
c. Metode Analisis Data ...............................................................................12
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...... ...............................13
a. Hasil Penelitian ......................................................................................13
b. Pembahasan...............................................................................................13
BAB V PENTUP
c. Kesimpulan...............................................................................................14
d. Saran.........................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15
LAMPIRAN..........................................................................................................16
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemanfaatan sumber daya alam dengan baik dapat meningkatkan kemapanan ekonomi masyarakat. Dengan mempergunakan lahan perkebunan dengan efektif akan meninkatkan penghasilan warga. Merica atau lada adalah salah satu jenis rempah-rempah berbentuk biji yang dipanen dari tanaman dengan nama yang sama. Tanaman merica hampir dapat tumbuh di seluruh wilayah tropis di Indonesia dan memiliki harga yang mahal serta telah menjadi kebutuhan yang tidak ada habisnya di Indonesia.
Dalam penanaman merica dibutuhkan pohon untuk merambat. Tanaman gamal merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan tidak memerlukan sifat tanah khusus. Gamal dapat dimanfaatkan antara lain sebagai pelindung tanaman lain pada lahan perkebunan, seperti kakao dan merica, sebahai pakan ternak yang banyak disukai oleh ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba.
Kambing adalah salah satu jenis hewan yang sangat digemari oleh masyarakat Bambaira, sebagian besar warga Desa Bambaira memiliki hewan ternak tersebut. Limbah atau kotoran hewan ternak kambing tersebut kebanyakan warga tidak memperdulikannya bahkan dibiarkan berserakan di jalan, halaman rumah, bahkan di pasilitas umum seperti sekolah, kantor dan mesjid yang tentunya sangat mengganggu pandangan mata, pencuman, bahkan kesucian saat beribadah. Dengan memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk pada tanaman akan mengurangi kotoran kambing yang berserakan dan dapat meningkatkan produksi perkebunan.
B. Rumusan Masalah
Untuk lebih terarahnya pengumpulan data dan informasi yang diperlukan, maka seyogyanya dirumuskan masalahnya terlebih dahulu yang menjadi sasaran dari karya tulis. Adapun rumusan masalah yang dikemukakan dalam karya tulis ini adalah
1. Bagaimana mengupayakan pelestarian lingkungan yang inovatif dan kreatif ?
2. Bagaimana Pemanfaatan Tanaman Gamal terhadap kelangsungan hidup tumbuhan merica dan hewan ternak kambing ?
3. Bagaimana pemanfaatan limbah ternak kambing (kotoran Kambing) ?
C. Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang
1. Mengetahui berbagai cara pelestarian lingkungan
2. Mengetahui manfaatan Tanaman Gamal terhadap kelangsungan hidup tumbuhan merica dan hewan ternak kambing
3. Mengetahui manfaatan limbah ternak kambing (kotoran kambing)
D. Manfaat Penelitian
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat:
1. dijadikan sumber acuan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat;
2. memberikan masukan kepada petani dan peternak dalam mengelola sumber daya alam yang ada; dan
3. menjadi bahan pembanding bagi peneliti-peneliti yang akan mengadakan penelitian yang sejenis pada masa yang akan datang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. Tinjauan Pustaka
1. Tanaman Gamal (Gliricidia Sepium)
Gamal adalah salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan tidak memerlukan sifat tanah khusus. Gamal adalah tanaman asli di kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering. Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1900 untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan termasik di Kabupaten Mamuju Utara sebagai pelindung tanaman kakao . Ciri umum Gamal adalah daun menyirip, dengan bentuk daun oval runcing yang agak lebar, dan bunganya cukup indah berwarna ungu keputihan dan dapat tumbuh mencapai ketinggian 10 meter.
Batang tanaman gamal adalah tunggal atau bercabang, jarang yang menyemak, tinggi 2-15 m. Batang tegak, diameter pangkal batang 5-30 cm, dengan atau tanpa cabang di dekat pangkal tersebut. Kulit batang coklat keabu-abuan dengan alur-alur kecil pada batang yang telah tua.
Gamal dapat dimanfaatkan antara lain sebagai pakan ternak yang banyak disukai oleh ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba. Gamal mempunyai nilai gizi yang tinggi, pencegah erosi, dan penyubur tanah. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu bakar, arang atau sebagai bahan bangunan dan alat pertanian. Tanaman ini juga digunakan dalam berbagai sistem pertanaman, yaitu sebagai pohon pelindung dalam penanaman teh, cokelat, atau kopi. Selain itu juga berfungsi sebagai penyangga hidup untuk tanaman vanili, lada hitam, dan ubi jalar. Manfaat lain yang lebih umum yaitu digunakan sebagai pagar hidup, tanaman pelindung, tanaman pupuk hijau pada pola tanam tumpang sari, sebagai penahan tanah pada pola tanam lorong dan terasering.
Selain itu, tanaman ini juga ternyata dapat digunakan untuk mereklamasi tanah atau lahan yang gundul atau tanah yang rapat ditumbuhi oleh alang alang. Salah satu sebab mengapa Gamal cepat populer adalah resistensinya terhadap hama kutu loncat yang telah meluluhlantakan Lamtoro di berbagai belahan dunia tropis.
Tanaman gamal sudah selayaknya mendapat tempat istimewa dikalangan peternak, baik peternak kecil maupun peternak besar untuk bisa dibudidayakan secara intensif.
2. Tanaman Merica
Merica atau lada adalah salah satu jenis rempah-rempah berbentuk biji yang dipanen dari tanaman dengan nama yang sama. Manfaat merica sebagai rempah-rempah penghangat tubuh sangat dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia sejak zaman dahulu, itulah kenapa bangsa Eropa pada masa lalu berdatangan ke Indonesia hingga terjadilah kolonialisme yang diawali dengan mendaratnya bangsa Portugis pertama kali di Maluku.
Cara menanam merica tidaklah terlalu sulit, bahkan saking gampangnya tanaman merica hampir dapat tumbuh di seluruh wilayah tropis di Indonesia. Budidaya merica yang dilakukan oleh para petani sebagai komoditi ekspor Indonesia.
Merica atau lada dari Indonesia sudah dikenal di seluruh dunia sebagai komoditi dengan kualitas terbaik. Maka jika Anda ingin mencoba untuk budidaya merica, potensi pasarnya sangat terbuka lebar dari pasar lokal hingga mancanegara. Selengkapnya inilah cara menanam merica, rempah kecil andalan ekspor Indonesia yang mendunia :
a. Syarat Tumbuh Merica
· Cara menanam merica yang baik berada di lahan dengan curah hujan antara 2.500 – 3.000 mm / tahun.
· Mendapat sinar matahari kurang lebih 10 jam / hari dengan suhu udara 20 – 34 derajat celcius.
· Tahan subur dengan PH 5 – 7 , serta berada di ketinggian antara 300 – 1.500 meter diatas permukaan laut merupakan lokasi yang tepat untuk cara menanam merica.
· Contoh tanah yang baik untuk cara menanam merica antara lain jenis lateritic, utisol, podsolik, dan latosol.
b. Pembibitan Merica
Langah awal untuk cara menanam merica adalah menentukan bibit unggul agar tanaman merica yang dihasilkan dapat menghasilkan panen yang maksimal. Beberapa ciri bibit merica unggul antara lain :
· Bibit merica bebas dari hama dan penyakit
· Bibit berasal dari tanaman induk merica yang sehat
· Kemurnian bibit merica terjamin
· Untuk satu hektar lahan, dibutuhkan kurang lebih 2.000 bibit merica
· Cara menanam merica dapat dilakukan dengan sistim monokultur maupun tumpangsari dengan jarak antar tanaman 2 x 2 meter.
· Buatlah lubang tanam berbentuk limas dengan kedalaman 50 cm, ukuran bawah 40 x 15 cm, serta ukuran atas 40 x 35 cm.
· Diamkan lubang tanam selama 2 minggu sebelum mulai menanam
· Waktu untuk memulai cara menanam merica yang baik adalah di awal musim penghujan pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari mengenai bibit yang baru ditanam.
· Setelah bibit di tanam, taburkan pupuk kompos dengan dosis 100 gram / tanaman kemudian sirami dengan air secukupnya.
c. Tahap Pemeliharaan Tanaman Merica
1. Pembuatan Sulur
Tanam pohon di samping tanaman merica dengan gamal atau kayu, kemudian ikatkan tali pada batang pohon sebagai media untuk merambat.
2. Penyiangan Tanaman
Cara menanam merica juga diperlukan pembersihan rumput atau gulma yang mengganggu di sekitar tanaman, lakukan penyiangan rutin setian 3 bulan sekali.
3. Perempelan Tanaman
Pangkaslah batang, ranting, maupun dahan tanaman yang layu atau terindikasi terserang hama penyakit untuk meremajakan tanaman merica.
4. Pemupukan Susulan
Seperti pada tanaman lainnya, cara menanam merica juga membutuhkan pemupukan susulan untuk menjaga nutrisi tanah agar tetap terjaga. Lakukan pemupukan susulan setiap 6 bulan sekali dengan pupuk kandang atau kompos.
5. Penyiraman Tanaman
Untuk menjaga tanaman merica agar tumbuh dengan baik, maka lakukan penyiraman secara rutin sehari sekali serta ciptakan drainase yang baik agar saat musim hujan tiba, air tidak menggenangi lahan budidaya merica.
3. Hewan Ternak Kambing
Ternak kambing adalah salah satu jenis peternakan yang menguntungkan. Kambing tidak memerlukan perawatan yang banyak menyita waktu, cukup di beri makan dengan teratur sudah bisa tumbuh dengan baik. Seiring dengan perkembangan kambing semakin digemari oleh masyrakat sebagai hewan untuk disembeli dalam dalam acara hajatan.
4. Pembuatan Pupuk kandang
Pupuk kandang sudah lama digunakan oleh para petani sebagai alternatif untuk memenuhi nutrisi bagi tanamanpupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan memiliki kandungan seperti nutrisi, fospor, kalium, hidrogen, dan oksigen yang cukup tinggi dan unsur hara lainnya yang lengkap untuk pertumbuhan tanaman.
B. Kerangka Pemikiran
Sebagai acuan kerangka pikir dalam penelitian ini dikemukakan bahwa dengan menanam tanaman merica atau lada pada area perkebunan dengan menggunakan tanaman gamal sebagai alat untuk merambatnya serta menjadi pelindung tanaman merica tersebut, untuk mengatasi pertumbuhan gamal yang terlalu banyak dan menghambat pertumbuhan tanaman merica maka perlu memeliharan hewan ternak kambing karena daun gamal sangat disukai sebagai pakan ternak kambing. selain itu, kotoran ternak kambing dapat di buat menjadi pupuk kandang dan dapat digunakan pada lahan perkebunan merica atau lada tersebut. Sehingga penghasilan petani akan meningkat.
Pupuk Kandang |
Tanaman Merica/ Lada |
Tanaman Gamal |
Hewan Ternak Kambing |
Bagan 1 : Kerangka Pikir
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi merupakan keseluruhan kumpulan unit atau individu yang menjadi subyek pada suatu penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah lahan perkebunan dan hewan ternak kambing sebanyak yang ada di Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara
2. Sampel
Dari banyaknya populasi tersebut, maka peneliti menjadikan lahan perkebunan seluas 50 are dan hewan ternak sebanyak 5 ekor milik Basri menjadi sampel penelitian.
B. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:
1. Teknik dokumentasi, digunakan untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan penelitian yaitu keadaan populasi penelitian.
2. Teknik percobaan, digunakan untuk memperoleh data atau informasi tentang kecocokan lahan perkebunan dengan tumbuhan merica dan gamal serta ketertarikan hewan ternak kambing terhadap daun gamal.
C. Metode Analisis Data
Sesuai dengan masalah yang diteliti, maka teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengamatan.
Adapun prosedur pengolahan data yang digunakan adalah sebagai berikut ini.
1. Mengamati tanaman merica, apakah bisa tumbuh pada lahan perkebunan.
2. Mengamati tanaman gamal, apakah bisa tumbuh pada lahan perkebunan.
3. Mengamati proses pemberian pakan ternak kambing dengan menggunak daun gamal.
4. Mengamati penggunaan pupuk kandang dari kotoran kambing terhadap pertumbuhan tanaman merica.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Data yang disajikan dan dianalisis pada bagian ini adalah data tentang hasil pengamatan penanaman merica, tanaman gamal, pemberian pakan hewan ternak kambing dengan daun gamal, dan pemberian pupuk kandang dari kotoran kambing pada tanaman merica di lahan perkebunan milik Basri yang ada di Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat. Dari hasil pengamatan tersebut diperoleh hasil bahwa:
1. Tanaman merica (lada) dapat tumbuh dengan baik dan dapat mermbat pada tanaman gamal, serta tanaman gamal dapat pula tumbuh dengan baik walaupun dijadikan sebagai media merambatnya tanaman merica dan tetap menghasilkan daun yang banyak pada lahan perkebunan tersebut.
2. Hewan ternak kambing sangat menyukai pakan yang diberikan dari daun gamal, sehingga pertumbuhan hewan kambing tersebut menjadi jauh lebih baik dengan pemberian pakan yang teratur dari lahan perkebunan tersebut.
3. Kotoran kambing yang telah kering yang di buat menjadi pupuk kandak cocok digunakan sebagai pupuk dari tanaman merica dan tanaman gamal sehingga kedua tanaman tersebut menjadi subur.
B. Pembahasan
Dari hasil analisis data yang telah dikemukakan terlihat dengan jelas bahwa data tentang hasil pengamatan penanaman merica, tanaman gamal, pemberian pakan hewan ternak kambing dengan daun gamal, dan pemberian pupuk kandang dari kotoran kambing pada tanaman merica di lahan perkebunan milik Basri yang ada di Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat tidak mengalami kendala, bahkan petani tersebut mengalami peningkatan dari segi kemapanan ekonomi.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan mengelola sumber daya alam dengan baik akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Tanaman merica (lada) dapat tumbuh dengan baik dan dapat mermbat pada tanaman gamal, serta tanaman gamal dapat pula tumbuh dengan baik walaupun dijadikan sebagai media merambatnya tanaman merica.
Hewan ternak kambing sangat menyukai pakan yang diberikan dari daun gamal, sehingga pertumbuhan hewan kambing tersebut menjadi jauh lebih baik dengan pemberian pakan yang teratur dari lahan perkebunan tersebut. Kotoran kambing yang telah kering yang di buat menjadi pupuk kandak cocok digunakan sebagai pupuk dari tanaman merica dan tanaman gamal sehingga kedua tanaman tersebut menjadi subur
B. Saran
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagaimana diuraikan ditas maka, penulis berharap kepada petani agar menggunakan petode terbut untuk meningkatkan hasil perkebunan serta hasil peternakan kambingnya.
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas. 2003. Kamus Umum Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka
Permadi, aditya (2015) Menggali Kembali Potensi Tanaman Gamal. [online] tersedia:http://www.agrobisnisinfo.com/2015/05/menggali-kembali-potensi-pohon-gamal.html
Permadi, aditya (2015) cara menanam merica. [online] tersedia: http://www.infoagribisnis.com/2015/05/cara-menanam-merica.html
Posting Komentar untuk "Pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan Penanaman Merica, Tanaman Gamal, dan Peternakan Kambing dalam Menciptakan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Bambaira Kecamatan Bambaira Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat"