Tragedi Bambaira Nan Elok



Teks cerita sejarah 

Tragedi Bambaira Nan Elok

Oleh Fajrin Siswa Kelas XII MIPA 2 Tahun 2024


Pengenalan situasi cerita

Dalam sebuah hutan yang lebat, terdapat suatu daerah terpencil yang saat itu belum memiliki nama bahkan belum terbentuk sama sekali dan belum layak untuk di huni,dalam hutan tersebut belum terdapat satu orang pun penghuni dan hanya terdapat pohon yang saling berhimpitan dan sungai yang mengalir yang begitu indah untuk di pandang.


Pengungkapan peristiwa 

Pada suatu hari, ada seorang pemuda pemberani bernama Jombe yang tinggal di daerah pegunungan,  Jombe ini  sangat menyukai menjelajah, apapun yang ia katakan dan perbuat selalu di percaya, pada suatu waktu Jombe bersama beberapa temannya turun dari pegunungan untuk mencari wilayah tempat tinggal yang baru, di karenakan tempat nya tinggal nya yang lama sering mengalami musibah longsor, kemudian setelah lelah berjalan ia dan temanya melihat sungai yang teduh dan ingin beristirahat di tempat itu  untuk menghilangkan penatnya sejenak, saking bagusnya tempat itu Jombe sampai tertidur di tempat tersebut yang berada di dekat sungai atau yang sering mereka sebut bamba.


Menuju konflik 

Saat terbangun salah seorang teman dari Jombe tidak kuat lagi untuk melanjutkan perjalanan dan ia mengatakan ke yang lain “aku ingin beristirahat lebih lama,karna perjalanan ini sangatlah melelahkan”, karena takut tempat yang ia singgahi itu berbahaya maka Jombe mengatakan ke temannya “beristirahat lagi, nanti aku dan yang lain mengecek situasi di tempat ini”, setelah mengecek, Jombe duduk untuk menunggu temanya bangun dari tidurnya, disela-sela duduknya yang manis Jombe sempat terfikir “sepertinya, tempat ini bagus untuk menjadi tempat tinggal yang baru, dan aku yakin yang lain pun sudah lelah berjalan”, saat temanya terbangun dan ingin melanjutkan perjalanan ia pun mengatakan ke yang lain “teman-teman sepertinya tempat ini sangatlah bagus untuk menjadi tempat tinggal kita yang baru”, kata Jombe salah seorang dari teman nya merespon “ia kenapa tidak lagian tempat ini lumayan nyaman dan banyak tanaman hutan yang bisa kita konsumsi” kata teman Jombe. 


Konflik 

Setelah semuanya setuju mereka pun bergegas untuk pulang dan ingin memberitahukan ke yang lain, bahwa perjalanan mereka tidak sia-sia dan terbukti bahwa mereka telah menemukan wilayah tempat tinggal yang baru, saat perjalanan pulang tak di sangka teman dari Jombe yang bernama Ira mengalami kecelakaan, terjatuh dan terbentur hingga membuatnya tak sadarkan diri, saat itu Jombe dan teman-temannya sangat panik dan tidak tahu ingin berbuat apa.


Penyelesaian

karna kepanikan mereka Jombe langsung menggendong Ira dan berlari untuk membawanya pulang agar sesegera mungkin mendapatkan pertolongan. Setibanya mereka di rumah Ira sang ayah sangatlah kaget dan mengatakan “apa yang terjadi dengan Ira Jombe” karena masih panik Jombe mengatakan “jangan bertanya Mangge, obati Ira terlebih dahulu”, ayah Ira mengatakan “bawa Ira masuk!!” Jombe pun membawa Ira masuk dan, dan langsung mencari dukun untuk mengobati Ira, bersyukur nya Ira masih dapat di selamatkan, cuman Ira tidak lagi mengingat apa yang ia lakukan di sebebkan benturan yang ia alami sangatlah parah yang membuatnya amnesia.

Mendengar kabar itu Jombe dan temanya yang lain sangat bersedih karena temanya Ira harus mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak lagi mengingat perjalanan yang mereka lakukan.


Koda

Karena tidak ingin perjalanannya yang memakan korban itu sia-sia, Jombe pun mengajak yang lain turun untuk melihat wilayah dan membuat rumah di daerah tersebut karna apa pun yang di kayak Jombe selalu di percaya maka, sebagian masyarakat yang ada di kampung itu pun turun dan membuat rumah di daerah itu. Awalnya wilayah itu belum memiliki nama dan yang menemukan wilayah itu adalah Jombe, Jombe di beri kewenangan untuk memberi nama. Kemudian Jombe terfikir karna wilayah itu berada di dekat pintu sungai atau bamba dan perjalanan untuk mencari wilayah itu memakan korban orang baik maka wilayah itu di beri nama bambaira.


Posting Komentar untuk "Tragedi Bambaira Nan Elok"